Sunday, 11 January 2009

sekelumit kecil pandangan seorang muhammad rizqy anandhika tentang 'masalah'

masalah. tiba2 aja kepikiran buat mosting soal masalah ini. mungkin karna kmaren malem gw sm anak2 HMS ngobrol malem ngalor ngidul yang salah satunya nyambung ke soal 'masalah'.

jadi kepikir lagi. dari dulu gw dikasi tau sm bos2 pengkader gw klo masalah (atw konflik), adalah sesuatu yg akan membuat besar organisasi. mungkin klo menurut gw bahkan sampai ke tataran individu, masalah itu pasti bakal membuat individu itu 'besar'.

knapa? karena dalam menghadapi masalah, di bawah tekanan masalah, kita akan melakukan hal2 yg (kita harap) mampu menyelesaikan masalah tersebut. kita akan tau effort kita terhadap masalah tersebut. apakah bagus/buruk, serius atau santai, akan tercermin dari hasilnya. hasilnya? baik ataupun buruk gw rasa sama2 akan bikin kita terupgrade. ngutip katanya Thomas Alfa Edison waktu dia gagal mulu bikin bohlam:
“I haven't failed, I've found 10,000 ways that don't work”
oke? jadi bukannya kita akan terus pantang menyerah klo kita mikir kegagalan dalam menyelesaikan masalah adalah penemuan terhadap "cara berhasil-yg gagal". tentunya dilain kali kita akan berhasil melewati masalah itu (tentunya dgn blajar dari kesalahan yang ada..). kembali ke masalah organisasi.

Segala permasalahan yg ada akan dihadapi si organisasi, haruslah disadari si organisasi..atau bahkan mungkin dicari! akan sangat fatal apabila si organisasi bahkan tak dapat menemukan masalahnya sendiri. sudah merasa ideal, nyaman, maka si organisasi akan terus menerus berkutat dalam kenyamanannya. malas utk bergerak ke perubahan. akibatnya? secara gak sadar mereka akan membawa si organisasi dalam kematian. bukan dalam konteks lugas dimana si organisasi bubar atau bangkrut. kematian ini lebih ke arah 'mati rasa'nya org diorganisasi tersebut utk berbuat sesuatu yg lebih,,sudah merasa nyaman,sementara mreka tidak peduli dengan yg ada di luar sana, dan secara tidak sadar, organisasi tersebut akan ketinggalan jauh dengan organisasi lain diluar sana.

sebuah organisasi, dimanapun kurasa akan mengejar apa yg namanya "keidealan". ideal yg menurut si organisasi mungkin tercapainya tujuan, visi, dan misi si organisasi. tapi lantas apakah itu akan menghentikan langkah si organisasi utk bermimpi? harusnya tidak. lagi2 kenyamanannya itulah yg akan membunuh perlahan2 si organisasi. hmm..gw pernah denger klo ga salah jatuhnya kerajaan Islam ke tangan Eropa tu karna si umat muslim sudah terlalu nyaman dgn teknologi yg ada, malah kebawa males, eh jadinya malah kalah pas diserang Eropa. klo ga salah ya bgitu.

nah seinget gw jg Bung Karno pernah bilang gini kira2:
Aku tak ingin Indonesia yang makmur sejahtera! aku ingin kita menjadi negara yang terjatuh, lalu bangkit!
terjatuh lagi, lalu bangkit lagi!
jatuh lagi, lalu bangkit lagi!
jatuh lagi, bangkit lagi!
*seinget gw yakk..googling2 ga dapet kata2 sebenernya..
nah klo gitu jatoh tu hal yg biasa?
hmm..iya kali yah.
mungki disinilah letak kekuatan kita. di kata bangkit setelah terjatuh itulah nilai kita sebagai bangsa yg besar.
awa jg pernah jatoh IPnya..paling parah pas semester 2 TPB.. (IPnya x,xx)
haha..rahasia cuy...
tapi bangkitnya blom signifikan. mungkin bangkit yg awa lakukan tu bangkit yg ga fokus ke IP,,jadinya senaik2nya IP, masi blm memuaskan, tapi ada poin lain diluar itu yg memuaskan..pembenaran deh..

trus, bagaimana si masalah akan bisa diselesaikan klo org gak tertarik? bukannya itu yg bikin orang2 males nyelesein masalah?nah utk poin ini mungkin yg harus ditekankan adalah gimana biar si masalah terlihat menarik, laiknya puzzle,TTS, yg selalu menarik dan bikin penasaran, atau mungkin macam cewe sexy berbusana minim yg ngedipin mata ke kita?
waduh klo yg itu ga tahan lah. intinya bgitu lah (yg awa dpt dr bang joly dulu).caranya gatau boi..

buat seluruh manusia pembelajar, marilah kita sama-sama mencari masalah masing2 dan memecahkannya. jgn terlalu ngerasa nyaman. bwt anak2 HMS: semangat no 1! ketahuilah dalam setiap detik yg terbuang, tidak ada yg sia-sia. kita lah yg mendefinisikan itu berguna atau sia-sia.

3 comments:

yuamar said...

mungkin sebagian orang merasa masalahnya tidak hanya ada satu, tapi beberapa masalah, bahkan mungkin ada banyak.. dan dia punya prioitas mana dulu masalah yang akan diselesaikan...

Klo dia yang mendefinisikan setiap detik di suatu tempat itu berguna atau tidak, berarti tidak pelu dipermasalahkan dong dengan keberadaan dia di tempat itu atau tidak...
yang penting dapat dipertanggungjawabkan...


hehe...

muhammad rizqy anandhika said...

setuju..kembali ke prioritas sih..tp klo menurut dy sdng membuang2 wktu gak sepenuhnya bner, mungkin dy telah membuang waktu yg seharusnya diisi dgn prioritasnya itu, tapi klo dilihat lebih dekat pasti ada yg bisa didapatkannya dgn membuang waktu itu, sekecil apapun itu..(seharusnya..klo dy menggantinya dgn sesuatu yg 'agak' bermanfaat)
menurut gw inilah yg bikin kita lebih menghargai setiap waktu yg beputar di roda kehidupan, dan tidak dgn mudah men-judge 'saya telah bnar2 membuang waktu, kegiatan ini gak penting'..
karna bahkan kegiatan yg ga penting mnurut gw bisa jd pemicu inspirasi dan atleast penyadar klo ini loh hal yg ga bner..bsok2 hrs gw bnerin..haha
agk muter2 ya

yuamar said...

Memang semua yang kita lakukan berdasarkan atas keyakinan yang kita miliki dan keyakinan tertinggi adalah terhadap agamanya. So, menurut saya kita perlu untuk kroscek terhadap keyakinan tertinggi kita itu, apa yang saya lakukan ini bernilai bermanfaat atau tidak...

SIp Gan,, Semoga kita bisa menyadari apa yang kita lakukuan ini baik atau kurang baik, jadi ntar-ntar kita bisa sadar untuk tidak mengulanginya...