Saturday, 7 February 2009

Secuil pemikiran: zona nyaman?

Hanya ingin menyikapi soal ketahanan diri seorang manusia.
berawal dari merenungkan sendiri.

akhirnya gw memetik beberapa hal yang gw tangkep di pikiran gw sendiri.
nah sekarang gw mencoba bwt membaginya.

manusia, makhluk yang memiliki nafsu. cenderung memilih sesuatu yang nyaman baginya.
manusia cenderung akan menerima ketidaknyamanan apabila dirinya memang sudah dinasibkan begitu.

hmm..
klo mnurut gw ketidaknyamanan itu adalah ibaratnya 'training gratis' untuk memperkuat diri kita, menaikkan daya tahan ultimate kita.
dgn meningkatnya daya tahan ketdaknyamanan itu, manusia akan merasa 'nyaman' dan 'cenderung adaptif' terhadap hal yg semula dianggapnya tidak nyaman.
bagaimana caranya? tentunya dgn mengalami beberapa fase2 kritis, dn tetap bertahan di dalamnya..

dgn demikian, secara tidak langsung kita telah mengupgrade diri kita. gunanya? tentu saja berguna ketika kita sedang ada di posisi tidak nyaman yg semula. diri kita yg telah terupgrade akan mampu bertahan menghadapinya. ga akan kaget,pundungan, stress, atau yg paling ekstrim bunuh diri. haha

Adakah training itu di sekitar kita?
Hmm..klo gw bilang ini adalah hal yang tak kasat mata. mungkin perlu semacam 'keikhlasan' utk bisa ngerasain hal yang bagi kita menjengkelkan menjadi 'sekedar training'. yap begitulah.

contoh gampangnya.
terasa bgt sejak gw masuk ke himpunan. sori klo lagi2 yg gw bahas himpunan. ga tau nih. ngerasa banyak aja filosofis yg bisa didapetin disini. ada pula hal2 yg bisa didapetin di luar himpunan.

presentasi wisuda dan ga jadi karena jumlah panitianya terlalu sedikit,trus malah dimarahin dan disuruh pulang.
upgrade yg didapatkan: mental kuat dimarahin, berpikir dalam tekanan, evaluasi mengenai effort yg telah dilakukan, makna dari suatu kolektifitas

mo berinteraksi, dicuekin.
upgrade yg didapatkan: kesabaran, arti bahwa interaksi bukan hal yg instan, proses jauh lebih dihargai.

dibentak2, dianjing2in
upgrade yg didapatkan: kesabaran, rasa biasa aja klo dibentak2 (gw rasa sm aja klo misalnya pas udah kerja bos mrh-->jadi ga gampang pundung), yg paling penting tu ketika kita makin ngerti bahwa ada org yg tipenya seperti itu (bagi org itu biasa aja), memandang bahwa didalam kata2 buruk itu ada maksud baik yg disampaikan (klo bner2 bermaksud gtu pasti kliatan, klo ga bakalan kaya omongan sampah aja kedengerannya)

diskusi berlarut2 malam
upgrade yg didapatkan: inilah dunia yg sebenarnya boi! dimana dedikasi ga mengenal batasan waktu! klo mo sempurna, ada harga yg dibayar!

jadwal padat, badan cape
upgrade yg didapatkan: lihat bagaimana kita mampu bertahan dlm tekanan, daya tahan fisik, daya than otak, skala prioritas

intinya sih gw memandang segala sesuatu yang kita anggap buruk (karena terlalu dimanjanya hidup kita sejak kecil) dengan paradigma baru, yaitu menganggap hal tersebut sebagai kesempatan utk menghadapi fase kritis, mengupgrade diri, dan menurunkan standar ketidaknyamanan kita..karna ketidaknyamanan dan ketidakidealan lah yg membuat seseorang menjadi besar. Ir. Sukarno, Adolf Hitler, Abraham Lincoln, adalah org2 yg memiliki masa lalu kelam namun mendapatkan kejayaannya dikemudian hari. namanya takkan dilupakan sejarah umat manusia.

pun begitu, kita juga harus tetap dapat membedakan mana ketidaknyamanan yg harus ditahan dan dilawan, dan mana yg harus ditinggalkan. ibarat lagi berantem, klo udah mo koit lebih baik kita nyerah, klo mo kalahin tu org lagi laen kali aja. setelah latian ntar.
selain itu, kita harus tetep ngebuka hati dan pikiran terhadap apa yg kita lakukan. jika hal tersebut menurut hati kita benar, lakukan. klo ga, ya jgn.

yah begitulah secuil pikiran saya...

No comments: