Sunday, 3 May 2009

Sudahkah Kita Pusing Hari Ini?

adalah suatu kewajiban bagi suatu organisasi kemahasiswaan untuk bekerja keras, sebagai motor suatu pergerakan, bekerja terus menerus tanpa lelah untuk suatu visi misi yang telah disepakati bersama. kematian pergerakannya adalah kemunduran bagi organisasi, serta duka cita bagi anggotanya.

ketika kita memasuki suatu organisasi, kita telah mencemplungkan diri kita ke dalam sebuah kolam si organisasi, yang akan mengotori, membasahi, menyegarkan, bahkan menyakiti kita setelah kita memasukinya. pilihan kita untuk memasukinya tentunya memiliki konsekuensi tersendiri: konsekuensi untuk mengikuti sistem yg ada, dan bila tiba saatnya--mengubah sistem itu untuk kebaikan bersama.

menurutku, inti dari sebuah organisasi kemahasiswaan terdapat pada kemuliaan tujuannya, dan keikhlasan anggotanya. sebuah organisasi kemahasiswaan memiliki tujuan sebagai wadah aktualisasi diri bagi anggotanya, yang memiliki kesamaan minat, tujuan, atau mungkin cita-cita, dengan penuh kebebasan--sebebas-bebasnya. sesuatu yang mungkin takkan tergantikan dengan kurikulum kuliah, pelatihan softskill, dan hal "kurikuler" lainnya. dan nantinya, kita akan menyadari sesuatu yang mungkin akan sulit kita temui setelah lulus nanti. dimana segalanya akan terbentur dengan urusan perut, keluarga, atau kepentingan.

Tak ada tujuan mengeruk laba sebesar-besarnya, tak ada gaji untuk pengurusnya, yang ada cuma tujuan yang diturunkan dari satu filosofi: pendidikan. dan inilah, dunia kita, perjuangan kita. lelah kita, peluh kita, untuk mencapai satu tujuan: pendidikan. dan yang akan kita dapatkan: pendidikan.

perjuangan yang yang kadang menyenangkan, kadang menyedihkan, kadang bersemangat, kadang memalaskan. semua hanya untuk melayani keluarga kita yang berjuang bersama di bawah perlindungan kita. untuk satu tujuan yang sama.

dan merupakan suatu petaka ketika sebuah organisasi yang kerap kali berjuang mati-matian pada akhirnya merasa terlalu nyaman, sehingga kehilangan gairah perjuangannya, mengkungkungnya dalam kenyamanan semu, memalaskan anggota-anggotanya, ketidakproduktifan yang melumat satu persatu perjuangan pendahulunya. kenyamanan yang dikejar rupanya merupakan suatu puncak capaian, bukan merupakan awal 'ketidaknyamanan' dalam memperjuangkan kenyamanan dalam level yang lebih tinggi.

dan saya rasa, ketika kita sudah menjadi seorang penentu keputusan, tak ayal lagi kita telah menjadi seorang teladan, seorang penggerak organisasi, seorang otak dari motor pergerakkan yang kita perjuangkan--perjuangan melayani keluarga yang kita sayangi. tanggung jawab yang berat. kita lah garis terdepan perjuangan.

kita lah yang (seharusnya) paling lelah.
kita lah yang (seharusnya) paling susah.
kita lah yang (seharusnya) paling kerepotan.
kita lah yang (seharusnya) paling pusing.
kita lah yang (seharusnya) paling disalahkan.
kita lah yang (seharusnya) paling dihujat.
kita lah yang (seharusnya) paling menentukan.
dan itulah harga dari sebuah pelayanan.

dan itulah harga dari sebuah hadiah yang akan kita dapatkan, yang mungkin hanya beberapa orang yang mengambil kesempatan untuk mendapatkannya: pembelajaran.

mari kita berlelah-lelah. mari kita berpeluh-peluh. mari kita berpusing-pusing. sudah pusingkah kita hari ini?

No comments: