Tuesday, 5 January 2010

World War II


never, never, never, give up!
Quote diatas adalah salah satu quote populer yang diucapkan oleh perdana menteri inggris saat perang dunia II, Winston Churchill. dikemukakan ketika langit kota London sedang kelam, ketika pesawat2 "Luthwaffe"--angkatan udara NAZI jerman memborbardir ibu kota Inggris tersebut.

banyak hal menarik yang bisa kita dapatkan dari mengenal sejarah. dan entah kenapa, gw sangat sangat tertarik dengan sejarah yang berhubungan dengan perang dunia II (WWII). ntah darimana asal mulanya, namun klo gw pikir2 semua bermula ketika gw maen game commandos.

Commandos
sebuah game tipikal strategi dimana kita memakai 1,2,3,sampai 5 orang dengan kemampuan diatas rata2 tentara biasa (tentunya allied force--sekutu),mungkin bisa dikatakan secret special force di jamannya. terdiri dari green beret, sniper, sapper, marine, driver,dan spy.

green beret biasanya dijadikan kapten tiap misi, kemampuan fisiknya luar biasa, jago one-by-one, rock climbing, dan bisa mengubur diri di pasir/salju.

sniper tentunya memiliki kelebihan di sniping lawan.

sapper ahli jebakan dan bom, dan segala yang berhubungan dengan oprek2 barang. andelan gw dari sapper ini adalah jebakan beruangnya, pasang di jalur patroli NAZI, trap! mati 1 NAZI tanpa suara, tentunya temannya yg jauh disana takkan mendengarnya. selain itu dia juga bisa memasang dinamit di beberapa tempat, terutama jika memang misinya meledakkan infrastruktur lawan.

marine juga kesukaan gw. punya harpoon (semacam pistol berujung jangkar) yang bisa membunuh musuh dgn radius +- 3m, tanpa suara. dia bisa diving (ya, dengan peralatan divingnya) sehingga tidak terlihat di permukaan air.

driver. sesuai namanya, cuma dia yg bisa nyetir mobil. ini anehnya game ini. apakeh tentara di jaman ini ga dibekali dgn skill nyetir standar? kemampuan lainnya adalah menggunakan machine gun. ni juga aneh kaya yg laen ga bisa aja.

spy. ini juga kesukaan gw. bisa berbicara jerman, tinggal bius tentara yg lengah, borgol, pake bajunya dan anda telah menjadi tentara jerman jadi2an, bisa ngajak ngobrol sesama tentara, sehingga mengalihkan pandangan musuh ke pergerakan kita. apalagi klo kita bisa ngeborgol sergeant (sersan), bahkan kita bisa order tentara kita (jerman), asal ga ketauan sergeant lainnya, karna mereka bisa mengenali si spy.

misinya beraneka macam, begitu pula skill yang bisa digunakan. dan ketegangan tentunya. bahkan sepersekian detik bisa membuat anda selamat dari penglihatan musuh. jadilah strategi gw banyak2in creeping dan pake senjata yg ga bunyi. sangat sangat maen aman. commandos membuat gw tertarik untuk mengenal WWII lebih dalam, lalu gw masuk lagi lebih dalam, mengenal melalui film

film
pasti pikiran kita sama. Saving Private Ryan. menerima banyak oscar, klo ga salah 7. film dengan cerita mencari seorang private (prajurit) Ryan, yang akan dipulangkan karena kedua saudara laki2nya meninggal, namun begitu banyak pengorbanan yang dilakukan di dalamnya. begitu pula korban. tentunya pahlawan disini adalah Captain Miller (Tom Hanks) yang sejak awal komitmen untuk mencari Ryan bagaimanapun caranya, bahkan jika berhadapan dengan maut.

Scene yang paling tersohor adalah penyerangan Omaha Beach, Normandy, Perancis. Omaha Beach yg saaat itu dikuasai Jerman, dengan bunker Machine gun yang mendominasi dan tentu saja.. pasukan garis depan pembuka jalan adalah pasukan berani mati. "You're the dead men!" begitu letnan dan kapten dalam invasi ini menyemangati pasukan garis depan ini.

suatu penggambaran perang yang begitu nyata, desingan peluru dimana-mana, flamethrower, medic, tangan2 buntung, darah, belum ada yg ngalahin.


Film lainnya adalah Enemy at The gates, bercerita tentang seorang pemburu serigala berkebangsaan Soviet yang mendadak menjadi sniper "tentara merah" dan menyelamatkan kota Stalingrad ("Kota Suci" bagi Soviet karena berarti "Kota Stalin") yang sangat strategis dari Jerman.

sangat menarik. apalagi ketika sniper soviet ini beradu dengan jago sniper jerman dalam sebuah gedung yang telah luluh lantak penuh ketegangan.

beberapa film WWII yang pernah gw tonton adalah Pearl Harbour (ternyata isinya lebih ke kisah cinta daripada film perang), Letters of Iwo Jima (front pasifik, lumayan seru lah), Flag of Our Father (entah kenapa membosankan), yang terbaru Stauffenberg (tentang 'pengkhianat' hitler yang berulang kali melakukan percobaan pembunuhan ke Hitler), dan Inglorious basterds (Quentin Tarantino's dengan ending yang nyeleneh dari sejarah)

masih haus dan dahaga akan cerita WWII? jangan sampai melewatkan Band of Brothers. Serial TV 12 episode ini memanjakan WWII-holic dengan cerita WWII front eropa yang tidak membosankan. mulai dari gimana asal mulanya anak2 muda pedesaan amerika itu dididik jadi tentara, suka duka pelatihan, jadi airborne (pasukan terjun payung), menjalankan operasi perang (Market garden yang gagal, bastogne yang suram),hingga sampai ke eagle nest (villa hitler yang terletak di atas tebing).

scene yang paling gw sukai adalah waktu rombongan pesawat menurunkan airborne2 mereka, lagi2 seperti neraka dunia seperti omaha beachnya Saving Private Ryan, desingan peluru dari AntiAircraft NAZI Jerman, langit malam yang tiba2 benderang karna pesawat yang meledak, parasut2 yang tertembak, beginilah penampakan perang yang sebenarnya, nyawa 1 orang bagaikan melempar dadu, yang lolos adalah yang beruntung.

Buku-buku
Entah kenapa, gw lebih tertarik dengan front eropa, oleh sebab itu, buku yg gw beli adalah Buku perang Eropa jilid 3 karangan PK Ojong (salah satu pendiri kompas). isinya mulai dari bagaimana perencanaan operation overlord (pengambil alihan kekuasaan dari NAZI di seantero Eropa). di buku ini, kita bisa lihat fakta2 di balik layar yg ga dimunculin di film. seperti sabotase melalui radio yang dilakukan sekutu untuk mengecoh jerman dalam memprediksi pantai yang akan dipilih untuk D-Day (hari-H invasi ke eropa sekutu). hingga percekcokan Rommel (komandan jerman dgn gelar The Desert fox) dan gatau siapa lagi lupa ttg pertimbangan utk melawan hitler utk mengakhiri perang.

Hal paling menarik yang gw dapet dari buku itu adalah, perang memiliki variabel yang sangaaat banyak. suatu inputan kondisi yang aktual akan menjadi keuntungan yg besar jika menggunakan strategi yang mumpuni. bahkan jika digeneralisir, hidup adalah perang. ini masalah menstrategikan apa yang kita punya, yang lawan punya, dan yang harus kita punya.

mungkin itu uraian singkat kenapa gw suka sesuatu yang berhubungan dgn perang dunia II. begitu unik konflik yang ada, NAZI dengan segala keangkuhannya (namun juga diimbangi dgn skill angkatan darat mereka yg luar biasa), Amerika dan Inggris dengan patriotismenya (okey gw mengakui klo mereka masih 'bener' di sini--perang dingin mengubah superpower ini jadi setan kapitalis rakus), dan Soviet dengan komunismenya yang juga menjelma menjadi superpower.

okey that's my thought, hope you like to read it..

Easy Company, Heyho Silver!
kompi Easy ketika sedang lari berkilo-kilo,
saat petani2 muda ini ditempa menjadi tentara di bukit Currahee,
Band of Brothers

No comments: