Monday, 22 February 2010

garis waktu saat ini

saya suka saat ini.
berjalan dengan santai di kampus sore-sore adalah hal yang selalu menyenangkan.
mengobrol dengan adik-adik baru yang penuh rasa penasaran apalagi.
ya, saya menyukai interaksi-interaksi, dengan manusia, dengan alam, bahkan dengan diri sendiri.
sebuah cara tersimpel manusia untuk memaknai hidupnya.
menggunakan seluruh inderanya untuk merasa, merespon urusan belakangan.
menyampaikan impuls sadar dari indera ke otak, menganalisa, memaknai.
berusaha memanusiakan diri sendiri.

saya suka diri saya apa adanya.
saya sangat sangat menghargai diri saya.
saya menyukai karakter saya.
santai, namun semua gerakan yang dilakukan atas dasar yang kuat.
ketika saya melangkah, saya telah berniat untuk menghampiri tempat-tempat yang ingin dikunjungi sekali jalan.
dipastikan tak ada langkah buang-buang waktu.
ketika saya berhenti, maka disanalah saya memikirkan untuk memutuskan secepatnya mau kemana.
ketika terjatuh, saya menganggapnya ada proses yang cacat.
untuk dievaluasi, tidak untuk diratapi lama-lama.

saya sangat menghargai teman.
bagi saya, teman memiliki definisi sesuatu/seseorang yang telah kita kenal hingga memasukkannya ke hati kita.
hingga secara spontan, aksi dari teman yang ditangkap indera kita akan tertransferkan secara tak sadar untuk direspon sesegera mungkin.
dengan kata lain, tidak ada variabel untung ataupun rugi di dalamnya.
spontan dan bodoh mungkin.
mungkin itu akan mengorbankan diri saya sendiri.
mungkin akan merugikan urusan pribadi.
tapi tak ada yang lebih melegakan daripada melihat teman nyaman dengan saya.
walapun yang saya tangkap belum tentu sesuhu dengan yang ditangkapnya.

dan kenyataan berbalik rupanya.
manusia makhluk yang oportunis.
teman saya bilang kalau interaksi sosial manusia pada dasarnya atas dasar kebutuhan.
maka ketika kebutuhannya hilang, manusia akan berpaling ke yang lain untuk berinteraksi demi kebutuhannya itu.
berarti pertemanan adalah sebuah proses saling menguntungkan yang tak ada bedanya dengan perdagangan.
dengan suatu kontrak, dimana kelebihan adalah penambah nilai barang, dan kekurangan sebagai cacatnya.
harga nego.

saat menyedihkan seperti itulah saya akan mengobrol dengan diri saya sendiri.
mempertanyakan apa yang terjadi sebenarnya.
tampaknya prinsip saya salah.

No comments: