Monday, 22 March 2010

mimpi yang tak sempurna

kemarin, badan yang lelah memaksa saya untuk berhenti beraktifitas, untuk tidur sejenak saat sore menjelang magrib. hari minggu, merupakan berkah bagi setiap pemalas yang tidak ada tanggungan apa-apa esoknya untuk tidur dan aktifitas tidak produktif lainnya. dan tidurlah saya dengan sengaja seraya berharap dibangunkan untuk sempat solat magrib. ya. cuma berharap.

alam tak sadar membawa saya ke dalam dunia yang tak jauh dengan keseharian. saya berjalan menyusuri balubur, untuk mencari makan, dan entah kenapa warung nasi ayam panggang padang "talago biru" tersulap menjadi warung seafood.

beberapa teman ada disana, memakan makanan seafood standar jalanan yang biasanya harganya dibawah 10.ooo rupiah. saya melewatinya begitu saja, hanya seraya menyapa sebentar.

lalu entah kenapa kembali lagi ke tempat itu dan teman-teman saya sudah menghilang. rasa lapar membuatku ingin makan di tempat tersebut. dan ketika melihat menu untuk mengetahui berapa harga makanan seafood tersebut, saya mendapati sesuatu yang aneh. semua harga menu 100.000! semua, pukul rata. kebodohanku mengisyaratkan mungkin saja harga mahal ini karena seafood yang masih segar, langsung dari laut, sehingga wajar harganya 100.000. dan entah bodoh atau memang mimpi ini bodoh saya menyanggupinya dan menunggu pesanan dimasak.

zap. saya terbangun dan belum sempat mencicip makanan tersebut. di saat yang bersamaan perut keroncongan, malam dingin, kamar nyaman. sudah merupakan hukum alamnya kalau kondisi yang seperti itu membuat malas keluar. lapar tersebut ditahan hingga esok harinya.

hasilnya, masuk angin seharian. sendawa dari pagi hingga sore, berusaha mengeluarkan si angin jahat dari perut. mimpi memang memberi harapan semu.

No comments: