Sunday, 4 April 2010

The Pacific--Pacific's Band of Brothers



sebuah review/resensi/apalah namanya tentang sebuah mini seri keluaran HBO, The Pacific. sama seperti pendahulunya, Band of Brothers, mini seri ini berjumlah 10 episode dan memiliki latar Perang Dunia II, hanya saja dengan medan perang yang berbeda. kalau BoB (Band of Brothers) memiliki latar Perang Eropa dimana sekutu memusuhi NAZI, The Pacific memiliki latar di Pasifik (iyalah), dimana saat itu Jepang ingin membuat Kerajaan Asia Timur Raya, yang melingkupi Jepang, Korea, sebagian Cina, Asia Tenggara, dan bukan tidak mungkin jika tidak terhalangi, Australia. dan tentu saja, Amerika menjadi lawannya.

secara keseluruhan, film ini hanya memiliki 3 pemeran utama, yah saya lupa nama-namanya, mereka semua adalah marinir angkatan laut AS, dan tentu saja berbeda dengan BoB yang memiliki banyak tokoh, dan sangat berasa 'ramainya' perjuangan prajurit-prajurit Amerika tersebut, dengan balutan persaudaraan, dan segala emosi perang yang bergejolak.

dari 3 episode yang sudah saya tonton--terima kasih untuk veteran-veteran rileks yang membuat saya bisa menonton 3 episode pertama HD 720p bahkan sebelum premier di HBO Indonesianya keluar--terasa sekali kekuatan film ini adalah pada drama tiap-tiap tokohnya. bayangkan saja, isi dari episode ketiga didominasi oleh drama percintaan seorang tokohnya ketika marinir-marinir ini 'diliburkan' setelah berjuang keras di pulau Guadalcanal, Solomon islands. untuk penggemar film perang seperti Saving Private Ryan, akan sedikit mengecewakan karena film ini (agak) seperti Pearl Harbour.

episode pertama berisi saat-saat awal mereka ditugaskan, sampai mereka memasuki pulau Guadalcanal. sedangkan episode kedua adalah peperangan di dalam Guadalcanal itu sendiri, yang menurut saya adalah 'perang yang mudah', bagaimana tidak, tentara Jepang maju membabi buta di depan machine-gun, tampaknya mereka memang mengincar kematian 'syahid'--untuk kaisar mereka. malah jadinya kematian yang mereka incar--bukan kemenangan.

namun untuk suasana perang, secara kseluruhan (dari 3 episod pertama), realistis. sama seperti BoB. chaos sana sini, darah, erangan kesakitan, desing machine-gun, hanya saja--seperti tadi yang saya bilang--musuhnya masih terlalu bodoh--mungkin di episode-episode selanjutnya akan lebih serius si musuh ini. haha.

Oke. ditunggu om-om veteran unggahan baru The Pacificnya. Perang Dunia II memang fenomenal.

No comments: